bontang publis

Media Silaturrahmi

Arsip untuk olahraga N seni

Pemain Nasional Indonesia Dihabisi

Tenis Meja Piala Leman Afandy 2006

Laporan Wartawan Kompas Ingki Rinaldi

 
Kirim Teman | Print Artikel
 

 

SURABAYA, KOMPAS – Satu-satunya pemain tenis meja nasional Indonesia yang berlaga di Kejuaraan Tenis Meja Piala Leman Afandy 2006, Yon Mardiono menyerah di tangan pemain China Sun Jan Fei, 0-3 (5-11, 8-11, 0-11) pada babak semifinal di GOR HCIYS Surabaya, Minggu (25/6). Yon yang bertanding atas nama klub Fira Perdana itu tampak kaget meladeni Sun, yang pada pertandingan itu tergabung di klub HCIYS Surabaya.

Pola pengembalian bola yang dilakukan Sun, beberapa kali membuat Yon kewalahan dan ditinggal jauh dalam pengumpulan poin. Berkali-kali Sun menggedor pertahanan Yon dengan serbuan bola-bola chop yang sangat matang.

Sebuah pengembalian Yon yang menyangkut di depan net dan membuat set ketiga berakhir 0-11 akhirnya menghentikan langkah Yon pada kejuaraan itu. Yon sendiri hampir tidak pernah mempraktikkan gaya permainan bertahan dalam partai itu.

Yon yang sebetulnya masih mengikuti pemusatan latihan di Beijing, China selama tiga bulan terakhir bersama tiga pemain putra dan dua pemain putri Indonesia lainnya itu tampak kalah jauh dari sisi teknik dan kematangan bermain. “Saya pulang ke Indonesia atas biaya sendiri sekalian untuk try out, karena mendengar ada pemain China juga main, hari Selasa ini saya akan kembali lagi,” jelas Yon.

Ia sendiri mengaku tidak terlampau puas dengan pemusatan latihan yang mereka lakukan di China. “Di sana lawan tanding kita tidak punya kemampuan sebagus ini, bahkan kadang di bawah rata-rata,” urainya.

Padahal, Yon sendiri bukanlah pemain unggulan yang dipakai oleh China. “Ya memang mungkin harus ada pengawas dari Indonesia datang ke China lihat pelatnas kita, karena rugi juga kalau kita sudah bayar 50 dollar Amerika Serikat per hari per orang, tetapi hanya dapat lawan tanding yang tidak berkualitas,” sungutnya.