bontang publis
Media SilaturrahmiArsip untuk opini
Sisi Gelap Dunia Rokok
Faizal Motik
Pendiri dan Ketua Umum Masyarakat Indonesia Tanpa Rokok
Dilematis. Ini mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkan masalah merokok bagi Indonesia yang tengah terpuruk dalam bidang sosial ekonomi. Negara sebagai pengambil kebijakan seolah-olah dalam posisi maju kena mundur kena. Baca entri selengkapnya »
Kongres HMI MPO Gagas Rekonsiliasi
Selasa, 14 Agustus 2007 23:23:00
Laporan: Joko Sadewo
Jakarta-RoL–Isu akan adanya perubahan nama lembaga di Kongres HMI MPO (Majelis Penyelamat Organisasi) ke-26 semakin menguat. Bahkan sejumlah peserta menawarkan gagasan melakukan rekonsiliasi dengan HMI DIPO. Baca entri selengkapnya »
REVITALISASI MISI DAN EKSISTENSI
Ditulis oleh Randi Muchariman
Thursday, 03 May 2007
Dalam sebuah gerakan, rival selalu dibutuhkan untuk mempermudah ukuran kesuksesan. Olahraga misalnya, tanpa rival permainan tidak bersemangat dan terasa kering. Tanpa rival seseorang merasa menjadi yang paling hebat, karena memang hanya dialah sendiri yang ada untuk dinilai. Baca entri selengkapnya »
Wolfowitz, Bank Dunia, dan Bush
Khudori
Alumni Fakultas Pertanian Universitas Jember, Peminat Sosial Ekonomi Pertanian dan Globalisasi
Bank Dunia diguncang skandal. Di bawah kepemimpinan Paul Wolfowitz, Bank Dunia berkomitmen memberantas korupsi. Namun, komitmen mantan wakil menteri pertahanan AS itu dipertanyakan ketika ia terindikasi memromosikan dan menaikkan gaji pacarnya, Shaha Riza. Tidak tanggung-tanggung, wanita kelahiran Libya itu digaji 193.590 dolar AS (sekitar Rp 1,7 miliar), lebih besar dari gaji seorang menteri luar negeri. Wolfowitz berbohong dengan memanipulasi persetujuan Dewan Eksekutif Bank Dunia. Baca entri selengkapnya »
Reaktualisasi Gerakan Oposisi Menjawab Stagnasi Gerakan Mahasiswa
Oleh :AZWAR M. SYAFE’I
Kalau dilihat berbagai momen perubahan selama ini secara pemahaman umum kita tentunya tidak akan terlepas dari peran yang coba diambil gerakan mahasiswa, katakanlah dalam konteks Indonesia sendiri mulai dari masa Proklamasi, penurunan rezim orde lama, penumbangan Suharto sebagai pemegang otoritas masa Orde baru sampai menggulirkan reformasi hampir tidak mungkin menafikkan peran mahasiswa, sekedar mengingatkan memori kolektif kita bersama setiap zaman perjuangan mahasiswa dalam melawan ketidakadilan tentunya akan berbeda sesuai dengan tuntutan serta kondisi sosial saat itu, akan tetapi meskipun masanya berbeda – beda kalau coba kita tarik garis singgung ada beberapa identitas menjadi warna perjuangan tiap zaman yang harus dimiliki mahasiswa antara lain Pertama mencerminkan semangat kepemudaan dengan karakter dasar selalu bersuara bila melihat ketimpangan serta ketidakadilan, kedua menjaga independensi dalam artian sesungguhnya dimana gerakan mahasiswa bukan pesanan dari mana – mana dia keluar murni sebagai kekuatan mewakili suara ketertindasan dalam struktur social masyarakat, ketiga komitmen, dalam garis perjuangannya selalu menjaga dan tetap tegar apa – apa yang disuarakan dan tidak terpengaruh iming – iming meterialistik sehingga tanggung jawabnya bukan hanya secara horisontal lebih – lebih secara vertikal. Secara normatif kalau tiga identitas ini sudah melekat dalam diri mahasiswa sudah dapat dipastikan bahwa akan membentuk energi secara organis sebagai salah satu pilar terpenting bagi bergulirnya perubahan di negeri ini. Baca entri selengkapnya »
Pornoaksi Politik
Minggu, 25 Februari 2007
Oleh : Haedar Nashir
Sudah lama tak mendengar kabar RUU APP dari gedung Senayan. Jika Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi itu masih terbuka untuk perubahan, kiranya perlu tambahan satu pasal lagi.
Pasal tentang “pornoaksi politik”. Isinya kira-kira berbunyi: barang siapa elite politisi yang melakukan aksi menuntut kenaikan tunjangan, gaji, rapelan, dan diberlakukannya PP 37/2006 maka dapat digolongkan sebagai perbuatan tidak senonoh di muka umum dan layak dituntut di muka hukum. Itulah jenis perilaku politik yang porno. Tak kalah porno dengan tindakan-tindakan asusila yang lain, bahkan mungkin lebih vulgar karena menyangkut urusan publik. Baca entri selengkapnya »